|
Dari pagi bekerja seperti biasa, ngga ada perasaan apa-apa, ngga ada filing apa2.. Jam 2 lebih temen kerja ngingetin tuk sholat "ayoo sholat dulu..." iyah bentar jawabku kalem. eh ngga kerasa ampir stengah tiga.. cepat2 lari ke mushola.. sholat deh. Jam 2.45 sambil becanda2 tiba2 lantai terasa bergoyang.. terlintas dalam pikiran untuk bercanda ke teman kerja "eh ko goyang gini yah lagu dangdutnya mana.." blom sempat berkata di ruang sebelah sdh ada yg teriak.. "Gempa.. gempa.. Keluar!!! keluar !!!" langsung saja kami keluar tanpa pikir panjang. Di depan tangga terlihat orang2 sudah mulai panik, syukur ngga banyak karyawan di lantai 2. akhirnya semua bisa keluar dengan selamat. sambil mencoba menelfon istri, celenguk kanan kiri.. terlihat kebingungan di wajah2 mereka.. terbukti ada yg cuman pakai sendal sebelah, ada yg ngga pakai sendal sama sekali.. ada yg menyebut nama Allah, berdzikir sahut menyahut ta henti2 selama pijakan kita masih bergoyang. 5 menit yang cukup mencekam... Dengan 5 menit saja sudah terlihat bahwa kita (manusia) itu sangat kecil. oleh alam saja manusia sudah kalah telak, apalagi oleh Sang Pencipta Alam. Hanya 5 menit saja sudah banyak manusia yang ingat kembali.. "oooh saya hanya manusia" ingat kembali kepada hari akhir, ingat kembali pada hal-hal yang awalnya kita sepelekan, bahkan kadang kala hal yang menjadi bahan canda gurai di kedai kopi. Tapi dengan 5 menit saja semua bisa di goyang olah alam. sudah kalah goyangan Inul, goyangan Uut, dan goyangan2 yang lain... Mudah2an dengan 5 menit ini kita mampu diberi pencerahan untuk segera bersiap siap menghadapi goyangan di alam lain. Semoga..
|